Minggu, 21 Februari 2016

Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru

Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

DUA PEMUDA berpakaian kelabu dan sama menunggang kuda hitam, memacu kuda masing-masing menuju ke timur. Di belakang, di arah punggung mereka sang surya yang hampir tenggelam membersitkan sinar kuning merah. Ratusan kelelawar terbang berputarputar di arah selatan lalu lenyap di balik ketinggian pohon-pohon jati di puncak bukit kecil.

Pemuda yang menunggang kuda di samping kiri bertubuh ramping semampai, memiliki kehalusan kulit seperti peremptlan. Kepalanya dibungkus dengan sehelai kain berwarna merah. Kawannya seiring berbadan tegap. Dadanya yang berbulu tersembul di balik bajunya yang tidak berkancing. Memasuki jalan yang agak mendaki di lereng bukit, kuda tunggangan pemuda berikat kepala merah tiba-tiba saja seperti ditarik oleh satu kekuatan dahsyat dari belakang hingga binatang ini berhenti berlari. Kalau saja penunggangnya tidak cekatan dan sigap merangkul leher kuda itu, niscaya dia akan terlempar.

"Hai ....! Ada apa denganmu Wesi Ireng?!" Si pemuda menegur kuda tunggangannya lalu mengusap-usap leher binatang itu.

"Kudamu berlaku aneh!" berkata pemuda bertubuh tegap. Namun dia sendiri menjadi kaget ketika mendadak kuda tunggangannya meringkik keras sambil mengangkat kedua kaki depannya tinggi-tinggi ke udara.

"Tenang! Tenang Panah Ireng!" Pemuda ini berusaha menenang
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 12 Februari 2016

Pesawat Kertas

Pesawat Kertas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Plukk!” pesawat kertas itu jatuh tepat di depannya. “Mana pesawatnya?” ucap Putri. “Emm mana yaa?” jawab Yono. “Siniin dong, plisss!” pinta Putri. “Ya udah deh, nih” ucap Yono sambil memberikan pesawat kertas itu kepada Putri. “Nah gitu dong” ucap Putri manis. Putri pun memainkan pesawat kertasnya kembali.

Putri memang sangat suka dengan pesawat kertas. Entah, menurutnya pesawat kertas adalah hal yang paling menginspirasi dirinya. “Put, kenapa sih main pesawat terus?” tanya Via teman Putri. “Memangnya kenapa?” balas Putri sinis. “Ya gak apa-apa, kamu itu aneh!” ujar Via. Putri segera berhenti memainkan pesawat kertasnya itu. “Aneh kenapa?” ucap Putri tak mengerti. “Liat dong, semua anak main bareng! Tapi kamu? Asik sama dunia pesawatmu sendiri!” gerutu Via kesal. “Tapi? Ini memang aku! Maaf aku gak mau debat sama kamu! Aku lagi puasa” balas Putri sabar. Via hanya diam membatu setelah mendengar ucapan itu dari Putri, dan ia langsung meningga
... baca selengkapnya di Pesawat Kertas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 07 Februari 2016

Terimakasih Ratih

Terimakasih Ratih Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Segera selesaikan tugasmu, Gilang!”
Suara Bu Tinah terdengar tepat di telingaku. Beliau memang tidak membentak, tapi kalimatnya penuh penekanan. Terdengar begitu kuat kejengkelan Bu Tinah terhadap sikapku yang tidak pernah menjadi baik apalagi santun.
Aku beranjak dari tempat dudukku. Bu Tinah pun menatapku tajam. “Mau kemana kamu?” Tanyanya dengan mata melotot. Seisi kelas menoleh ke arahku.
“Keluar. Sumpek di sini.” Jawabku datar sambil berlalu meninggalkan kelas.
Mungkin Bu Tinah sudah terlalu lelah memarahiku untuk hari ini. Beliau membiarkanku keluar begitu saja, tanpa mengejaarku. Paling juga Bu Tinah sudah hafal tempat mana yang akan kutuju.

—

Aku duduk di kursi kantin, tanganku menyambar keripik singkong yang ada di depanku. Aku membukanya kemudian melahap tanpa beban. Bu Siti tampak memandangiku dari balik etalase makanan.
“Pelajarannya Bu Tinah, Lang?” Tanyanya dengan tangan yang sibuk merapikan makanan.
Bu Siti sudah hafal kebiasaanku rupanya. Aku memang paling tidak betah dengan guru matematikaku itu. Dari s
... baca selengkapnya di Terimakasih Ratih Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu